Oleh: Diaz Gandara Rustam

Ulama besar Syekh Yusuf Al-Qardhawi menjelaskan, wasathiyyah yang disebut juga dengan at-tawâzun, yaitu upaya menjaga keseimbangan antara dua sisi/ujung/pinggir yang berlawanan atau bertolak-belakang, agar jangan sampai yang satu mendominasi dan menegaskan yang lain. Sebagai contoh dua sisi yang bertolak belakang; spiritualisme dan materialisme, individualisme, dan sosialisme, paham yang realistik dan yang idealis, dan lain sebagainya. Bersikap seimbang dalam menyikapinya yaitu dengan memberi porsi yang adil dan proporsional kepada masing-masing sisi/pihak tanpa berlebihan, baik karena terlalu banyak maupun terlalu sedikit.

Orang yang memiliki sifat adil akan senantiasa menjaga keseimbangan dan selalu berada di tengah dalam menangani ataupun menghadapi dua permalasalahan atau keadaan. Kata wasath dalam bahasa arab menunjukkan bagian tengah dari kedua ujung sesuatu. Kata ini memiliki makna baik, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis, “Sebaik- sebaik urusan adalah awsathuhâ (yang pertengahan)” , dikarenakan yang berada di posisi tengah akan senantiasa terlindungi dari cacat atau aib yang biasanya mengenai bagian ujung atau pinggir.

Pada dasarnya sifat-sifat baik merupakan akomodasi dan juga pertengahan dari dua sifat buruk, misalnya sifat gemar berbagi yang menengahi antara sifat boros dan kikir, kemudian sifat berani yang menengahi sifat sembrono dan takut. Kalau dilihat dari pengertian di atas, maka dalam agama islam tidak akan ada yang namanya esktrimisme dan radikalisme, karena sesungguhnya agama islam itu mengajarkan keadilan dan keseimbangan.

Dalam hubungan dan pandangannya tentang agama lain, Islam menerapkan prinsip tegas yang santun bahwa Agamamu untukmu, agamaku untukku sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya “Untuk kalianlah agama kalian dan untukkulah agamaku”. Agama Islam telah mengajarkan bahwa diantara manusia pasti ada perbedaan, baik dari sisi budaya, etnis, suku maupun perbedaan keyakinan, semua itu merupakan fitrah dan sunnatullah atau sudah menjadi ketetapan Tuhan, maksud dan tujuan utamanya ialah agar diantara mereka saling mengenal dan berinteraksi.

Edaran yang berisi tentang pentingnya mencegah penyebaran covid 19 di rumah ibadah dengan mengajak jajaran instansi di bawah Kementerian Agama untuk mensosialisasikan dan mensinergikan edaran tersebut di tengah masyarakat.(Kementerian Agama, 2020:1-2) Edaran tersebut subtansinya mengajarkan masyarakat untuk lebih mengutamakan sikap moderasi dalam menjalankan ajaran- ajaran agama masing-masing. Pada sisi yang lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai lembaga independen yang mengayomi umat Islam di Indonesia telah mengeluarkan fatwa-fatwa yang secara langsung dapat menghambat penyebaran wabah.

Pelaksanaan salat jumat wajib bagi umat Islam lebih khusu laki-laki yang sehat, berakal dan tidak terhalang uzur syar’i serta tidak dalam perjalanan (muqim). Akan tetapi, kewajiban jumat menjadi gugur ketika ada uzur seperti hujan lebat atau wabah yang melanda. Orang yang terpapar atau terindikasi covid 19 tidak boleh menghadiri salat jumat. Hadis Nabi menjadi argumentasi dalam hal itu: Allah dan Rasulullah dalam penetapan hukum agama. Maslahat esensial adalah jenis maslahat tertinggi yang dikehendaki Syari‘ untuk dilindungi.(Azzam, 2009: 88)

Meskipun demikian, MUI harus bekerja keras lagi dalam lebih mencerdaskan umat tentang pentingnya konteks moderasi beragama, agar fatwa-fatwa yang dikeluarkan tidak menyisakan konflik di tengah masyarakat bahkan mungkin akan lebih baik lagi jika dapat merangkul semua kalangan sesuai kondisi yang ada. (Gusman, 2020)

Covid 19 memiliki dampak penyebaran yang sangat cepat. Covid 19 dapat menginfeksi sistem pernapasan. Banyak kasus yang menyebabkan infeksi pernapasan ringan seperti flu atau infeksi pernapasan berat seperti infeksi paru-paru. Bahkan, mengakibatkan kematian dan ditangani dengan cara berbeda dengan kematian seperti biasanya.(Team China, 2020: 11) oleh karena itu, gejala awal infeksi dapat menyerupai gejala flu sepeti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan dan sakit kepala. Gejala dapat sembuh atau malah meningkat dan memberat. Pada tingkat kematian yang disebabkan oleh covid 19 ini dapat dijumpai di berbagai belahan dunia, tidak luput pula di Indonesia.

By admin